Beli paket skripsi untuk diskon hari ini
Download Skripsi Download lebih dari 3500 skripsi semua jurusan, cocok untuk referensi.

Waspada! Inilah Ancaman Kesehatan Bagi Freelancer dan Cara Mengatasinya

Waspada! Inilah Ancaman Kesehatan Bagi Freelancer dan Cara Mengatasinya

Bagi seorang freelancer, ada kesenangan tersendiri ketika bebas bekerja tanpa struktur dan lingkungan kerja yang merepotkan. Terlebih saat ini sedang ngetren drama-drama kantor yang ujungnya membuat kita juga ikutan stres, sehingga lebih memilih menjadi seorang freelancer. Sayangnya pekerjaan kita juga tidak bisa lepas dari risko lain, termasuk ancaman kesehatan. Berikut ini  adalah risiko kesehatan yang umumnya dihadapi seorang pekerja freelance.

1. Tidak aktif bergerak membuat badan kaku dan mudah lelah

Ada kemungkinan besar pekerjaan freelance mengharuskan kita untuk tetap duduk sepanjang hari. Terlebih bagi pekerjaan seperti penulis, desain grafis, analis, dan pekerjaan lain yang membutuhkan computer. Tentu duduk terus menerus sambil melihat layar akan membuat badan kaku dan mata cepat lelah. Risiko penyakit yang akan muncul jika hal ini tetap dilakukan adalah obesitas, tekanan darah tinggi, serangan jantung, hingga stroke.

Untuk mengatasinya, cobalah bergerak setiap satu jam sekali. Gerakan yang dilakukan seperti peregangan dan berjalan-jalan sekitar rumah. Selain itu kita juga bisa melakukan aktivitas yang berat seperti olahraga, gym, bersepeda, atau jogging sebelum memilah pekerjaan.

2. Tuntutan pekerjaan yang banyak dan mepet bisa membuat kita stres

Ketika kita memilih menjadi seorang freelancer, tentu berhasil atau tidaknya sebuah program ada pada kendali kita. Mungkin tidak banyak orang yang bisa membantu bahkan harus mengerjakannya seorang diri. Belum lagi tenggat waktu yang singkat dan tuntutan kerja yang banyak. Hal seperti ini yang membuat seorang freelancer mudah stres, jika tidak segera diatasi maka akan mengancam kesehatan.

Ada banyak risiko kesehatan akibat stres, seperti insomnia, sakit kepala, mudah lelah, mudah mengantuk, dan rentan terserang virus. Risiko tersebut tentu membuat kita menjadi tidak produktif dan pekerjaan semakin terbengkalai. Oleh karena itu cobalah untuk memulai gaya hidup sehat seperti pola makan dan tidur yang teratur, rutin berolahraga, tidak terlalu banyak mengonsumsi junk food, dan perbanyak minum air putih.

3. Bekerja sendiri terkadang membuat kita merasa kesepian

Banyak penelitian bahwa orang yang kesepian rentan terkena sakit, bahkan bisa berujung bunuh diri. Terlebih banyak proyek dalam waktu yang singkat membuat seorang freelancer tidak memiliki waktu yang cukup untuk bersosialisasi. Jika terus dibiarkan, kita akan terkena depresi dan menjadi rentan terserang penyakit.

Agar kita bisa mengatasi rasa kesepian cobalah untuk bersosialisasi ketika memiliki waktu yang cukup. Misalnya ketika pekerjaan harian sudah selesai atau di akhir pekan. Ajaklah teman atau sahabat untuk berkumpul bersama, bisa juga dengan mengajak anggota keluarga untuk liburan. Setidaknya dalam satu minggu kita bisa aktif bersosialisasi dengan yang lainnya.

4. Jarang keluar rumah membuat kita kekurangan vitamin D

Seorang freelancer yang sibuk membuat kita tidak punya alasan atau tujuan untuk keluar rumah. Akibatnya kita menjadi kekurangan asupan vitamin D karena tidak pernah terpapar sinar matahari. Dalam jangka waktu yang lama, kekurangan vitamin D akan menyebabkan gangguan kesehatan. Seperti diabetes, hipertensi, penurunan kemampuan otak, bahkan hingga kanker.

Kita bisa mengatasinya dengan cara bekerja di luar ruangan. Ada banyak coffe shop yang memiliki kawasan outdoor sehingga kita masih terpapar sinar matahari. Namun akan lebih baik jika kita menyempatkan olahraga pagi hari sebelum mulai bekerja.

5. Menjadi freelancer rentan dengan gaya hidup buruk

Karena lebih fokus bekerja, kadang kita menjadi lupa untuk menjaga gaya hidup. Untuk urusan makan kadang kita melakukan pemesanan dengan layanan digital, padahal kualitas dan kandungan nutrisinya tidaklah terjaga. Hal tersebut tentu berisiko bagi kesehatan kita.

Sebisa mungkin aturlah pola makan dengan mengonsumsi makanan yang kaya gizi dan serat. Cobalah untuk memasak makanan sendiri agar menjaga kualitasnya juga.

Sebagai freelancer yang rentan terkena penyakit, kita tentu memerlukan perlindungan yang terbaik. Salah satunya dengan memiliki asuransi kesehatan. Apalagi bagi freelancer tidak ada asuransi karyawan, kan.

Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan jika ikut serta dalam keanggotaan asuransi. Mulai dari perlindungan di masa depan, lebih mudah mengatur keuangan, serta disediakan fasilitas kesehatan terbaik. Oleh karena itu, mempertimbangkan asuransi terbaik penting sekali!

Note: Karena artikel-artikel ini panjang maka di bagi beberapa bagian/ halaman. Silahkan untuk melihat artikel lanjutan-nya klik halaman 2 3 4 atau next di atas ini.

Ada yang ingin ditanyakan?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.